Laman

Minggu, 26 Oktober 2014

Investor vs trader saham

Saat anda membeli saham kemudian disimpan untuk jangka panjang maka anda bisa dibilang seorang investor saham. Investor saham biasanya lebih cenderung mengunakan analisa fundamental dalam hal analisa saham.selain itu seorang investor saham cenderung menganalisa kinerja keuangan suatu perusahaan,rasio keuangan dan nilai suatu perusahaan berbeda dengan seorang trader yang membeli dan menjual saham berdasarkan fluktuasi harga suatu saham. Seorang investor saham memiliki pandangan jangka panjang sedangkan trader lebih jangka pendek. Semuanya memiliki peluang yang sama jika memiliki pengetahuan tentang investasi atau trading, namun cara yang digunakan antara trading dan investasi saham jelas berbeda. Dalam trading saham seorang trader dituntut untuk lebih bekerja lebih keras, mengamati pergerakan harga harian, grafik, volume harga dan lainnya.sedangkan investasi saham lebih cenderung pada kesabaran dan pengendalian emosi.  Investor saham melakukan analisa lebih banyak sebelum membeli saham. Sedangkan seorang trader melakukan pengamatan lebih banyak setelah membeli saham.   Jadi antara trading dan investasi saham sebenernya lebih beresiko untuk yang trading saham, karena seorang trader harus selalu siap menghadapi penurunan dan kenaikan harga saham, selain itu seorang trader saham juga harus memiliki kemampuan dalam mengendalikan emosi. Sedangkan untuk seorang investor  saham hanya dituntut memiliki kemampuan analisa saham mulai dari kinerja perusaahaan,analisa keuangan perusahaan dan nilai suatu perusahaan. Seorang investor saham juga harus memiliki kesabaran menghadapi situasi market yang kadang naik dan turun sehingga tidak terpengaruh euphoria market. Saham adalah salah satu instrument investasi yang memberikan jaminan imbal hasil yang sangat tinggi bagi mereka yang mampu mengelola dana mereka dari kejamnya bursa saham. Selama ini orang investasi terbukti memberikan imbal hasil lebih tinggi dibandingkan trading saham. Karena investasi lebih mengutamakan kinerja suatu perusahaan dibandingkan hanya pergerakan saham yang naik turun setiap harinya.  Trading saham cenderung mendekati judi karena mereka membeli saham berdasarkan asumsi mereka bukan fakta atau kualitas saham yang mereka beli. Peluang trading saham adalah 50 dibanding 50. Dibutuhkan mentalitas dan kemampuan yang luarbiasa supaya tetap bisa bertahan dari kejamnya bursa saham. Apabila anda seorang pemula disarankan untuk menjadi seorang investor saham, karena resiko lebih kecil dibandingkan trading saham. Kita tidak bisa mengontrol pergerakan harga, itulah kelemahan dalam trading saham. Jadi apabila disuruh memilih saya tentunya pasti memilih investasi saham. Namun jika anda sudah ahli memiliki kesabaran yang luar biasa maka boleh untuk mencoba trading saham.  Sebelum membeli saham anda harus tahu timing yang tepat waktu buy terbaik dan sell nya. Sehingga anda tidak membeli saham pada harga yang tinggi dan menjual pada harga yang lebih rendah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar